Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan seiring dengan prediksi cuaca yang kurang bersahabat. Berdasarkan data resmi dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Kota Medan dan sekitarnya diproyeksikan akan diguyur hujan pada hari ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut rilis prakiraan cuaca tersebut, ibu kota Provinsi Sumatra Utara ini memiliki potensi besar untuk mengalami hujan dengan intensitas ringan, baik pada waktu siang maupun malam hari. Dari pantauan redaksi, kelembapan yang cukup tinggi membuat suhu udara di Kota Medan diperkirakan berada pada rentang 24 hingga 31 derajat Celsius.
Kondisi atmosfer yang serupa juga dilaporkan berpotensi terjadi di wilayah penyangga seperti Deli Serdang. Kabupaten tersebut diprediksi akan mengalami hujan ringan dari siang hingga malam hari dengan suhu udara berkisar antara 18 sampai 31 derajat Celsius.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi terhadap sebaran cuaca di daerah sekitarnya, intensitas hujan yang lebih tinggi justru mengintai sejumlah kabupaten dan kota lain. Beberapa wilayah seperti Asahan, Dairi, Humbahas, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, hingga Padang Lawas diperkirakan akan menghadapi hujan dengan intensitas sedang sejak siang hari.
Sementara itu, potensi guyuran hujan sedang juga diprediksi bergeser ke area lain menjelang malam hari. Wilayah-wilayah yang perlu mengantisipasi perubahan cuaca ini di antaranya adalah Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
Secara umum, parameter meteorologi untuk wilayah Sumatra Utara menunjukkan suhu udara yang sangat dinamis antara 15 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 68 hingga 100 persen. Angin dilaporkan bergerak konsisten dari arah Selatan menuju Barat Daya dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam.
Meskipun sebagian besar wilayah berpotensi basah oleh hujan, kabar baik datang dari pemantauan titik panas atau hotspot. Pihak BMKG memastikan bahwa dari hasil pemindaian satelit terkini, tidak ada satu pun titik panas yang terpantau di seluruh wilayah Sumatra Utara, yang mengindikasikan tingkat risiko kebakaran hutan dan lahan berada pada level yang sangat rendah.