Di tengah keriuhan Trans Studio Mall Bandung yang bertransformasi menjadi panggung perayaan kreativitas, Kabupaten Bekasi memamerkan sebuah sunyi yang magis dari pesisir Muaragembong. Melalui pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja hadir bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai saksi atas kegigihan manusia yang mencoba membaca alam lewat selembar kain.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi pameran, stan Kabupaten Bekasi menyajikan perpaduan kontras yang memikat mata pengunjung. Di antara deretan produk kriya dan kerajinan tangan hasil kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat, batik ecoprint mangrove asal Kecamatan Muaragembong mencuri perhatian secara absolut karena membawa aroma laut dan dedaunan liar ke dalam ruang modern.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa kain-kain tersebut tidak lahir dari mesin yang dingin, melainkan dari jejak dedaunan mangrove yang menyerahkan warna alami mereka pada serat katun. Pola-pola organik yang tercipta seolah mengisahkan kepasrahan sekaligus perlawanan para perajin lokal terhadap kepunahan ekosistem pesisir, sebuah metafora kehidupan yang mendalam.
Menurut Asep Surya Atmaja, kehadiran produk-produk ini merupakan manifesto dari potensi ekonomi kreatif yang berakar pada kebudayaan dan kearifan lokal yang tulus. "Kami membawa batik khas Kabupaten Bekasi, khususnya batik ecoprint mangrove dari Muaragembong yang menjadi salah satu produk unggulan daerah. Kami ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki produk kreatif yang berkualitas, berdaya saing, dan layak dikenal lebih luas," ungkapnya dengan nada penuh keyakinan.
Pengembangan batik ramah lingkungan ini membuktikan bahwa takdir geografis suatu daerah mampu diubah menjadi sebuah karya bernilai ekonomi tinggi melalui ketekunan inovasi dan pembinaan yang tanpa henti. Pemerintah Kabupaten Bekasi kini berkomitmen memperkuat kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar produk mereka mampu melintasi batas-batas lokal menuju panggung nasional dan internasional.
Dalam keheningan apresiasinya, Asep Surya Atmaja juga memberikan penghormatan mendalam kepada Dekranasda Kabupaten Bekasi yang setia mendampingi perajin dari waktu ke waktu. "Ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan hasil karya yang patut dibanggakan," pungkasnya menutup perjumpaan.