Sebuah pesan singkat di aplikasi WhatsApp membuka memori lama politikus dan mantan jurnalis, Akbar Faizal. Pesan tersebut datang dari Ronald Ngantung, seorang jurnalis senior yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya di dunia pers Makassar.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan pribadi yang dibagikannya, Ronald Ngantung mengirimkan salam hangat dan menanyakan kabar setelah sekian lama tidak bersua. "Selamat Siang Pak Akbar. Saya, Ronald Ngantung. Anda masih ingat di harian Pedoman Rakyat Makassar? Apa kabar Anda?" demikian bunyi pesan yang diterima Akbar Faizal.
Menurut Akbar Faizal, Ronald Ngantung merupakan sosok pria asal Manado yang tumbuh besar di Makassar dan dikenal sebagai penganut Kristen yang taat. Setelah pensiun dari koran Sinar Harapan yang kemudian berganti nama menjadi Suara Pembaruan, Ronald memilih kembali menetap di Makassar, tempat di mana mereka terakhir kali bertemu sekitar tujuh tahun lalu.
Dari pantauan redaksi, Akbar Faizal mengaitkan sosok Ronald dengan fenomena unik di mana banyak tokoh nasional asal luar daerah yang justru lebih bangga menyebut diri mereka sebagai orang Makassar. Beberapa nama besar yang disebutnya antara lain mantan Kasad TNI AD mendiang Jenderal George Toisutta yang berdarah Ambon, serta tokoh penanganan terorisme Jenderal Pol Gories Mere yang menamatkan sekolahnya di SMA Rajawali Makassar.
Pengalaman berinteraksi dengan para senior ini pula yang membentuk jalannya. Karena sempat merasa tidak yakin dengan masa depannya di Makassar setelah lulus kuliah, Akbar Faizal akhirnya memutuskan untuk merantau ke Jakarta dengan dua pilihan hidup: menjadi seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM) atau melanjutkan karier sebagai wartawan.
Sebelum memutuskan hijrah ke ibu kota, dari pengamatan tim redaksi, Akbar Faizal tercatat pernah menghabiskan waktu selama satu tahun lebih sebagai jurnalis di Harian Pedoman Rakyat, salah satu surat kabar cetak terbesar dan paling berpengaruh di wilayah Indonesia timur pada masanya.