Warta Kabayan Warta Kabayan
/home / hukum / Komitmen Pramono Anung Membela Hak...
HUKUM

Komitmen Pramono Anung Membela Hak Kesehatan dan Pendidikan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat berbicara dalam diskusi buku Marhaenisme di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat berbicara dalam diskusi buku Marhaenisme di Jakarta

Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, sebuah ketetapan moral kembali ditegaskan. Sejak awal memikul amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memilih jalan sunyi yang berpihak pada kemanusiaan. Dari pantauan redaksi, sang Gubernur dengan teguh bertekad untuk menempatkan program kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama yang tidak boleh ditawar oleh dinginnya angka-angka birokrasi.

Berdasarkan pernyataan Pramono Anung, keadilan sosial hanya bisa dicapai jika fondasi hidup masyarakat diperkuat. Pihaknya berupaya keras agar anggaran untuk bidang kesehatan dan pendidikan tidak mengalami pemangkasan dalam bentuk apa pun. Sebaliknya, alokasi dana tersebut harus ditambah demi menjamin seluruh warga Jakarta, tanpa terkecuali, dapat mengakses hak-hak dasar mereka yang kerap terabaikan.

Menurut pengamatan tim redaksi di lapangan, Jakarta saat ini ditopang oleh infrastruktur medis yang cukup masif. "Untuk layanan kesehatan, Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Semuanya bisa dimanfaatkan kapan saja oleh masyarakat Jakarta," ujar Pramono dalam atmosfer diskusi yang hangat saat menghadiri Launching dan Diskusi Buku Marhaenisme : Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Langkah pembebasan manusia dari belenggu ketidaktahuan juga mewujud dalam kebijakan pendidikan Pemprov DKI Jakarta. Melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga gerakan penebusan ijazah, pemerintah daerah berupaya mengikis keputusasaan. Berdasarkan data terkini, Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan 707.477 beasiswa untuk pelajar tingkat SD hingga SMA, serta 15.825 beasiswa bagi mahasiswa jenjang S1, yang kini mulai meluas hingga jenjang S2 dan S3.

Sebuah harapan baru juga ditiupkan bagi masa depan generasi muda berprestasi dari kelas pekerja. "Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan menyiapkan program beasiswa daerah semacam LPDP yang akan menyekolahkan 50 hingga 75 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu ke luar negeri," tutur Pramono dengan nada optimistis yang memecah keheningan ruang diskusi.

Kepedulian terhadap eksistensi manusia yang terpinggirkan bukan sekadar retorika. Pramono mengungkapkan keberadaan Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan yang menjadi suaka bagi anak-anak gelandangan, anak-anak dari keluarga broken home, dan mereka yang putus sekolah. Berdasarkan pemantauannya, saat ini sudah tertampung kurang lebih 100 anak di sana, dan 90 di antaranya telah mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bagi Pramono, esensi dari perjuangan ini adalah manifestasi dari ideologi yang hidup. Menurutnya, Marhaenisme adalah upaya konkret untuk mengangkat martabat orang-orang yang bukan siapa-siapa dari lapisan sosial paling bawah, agar mereka kembali memiliki harapan untuk hidup. "Fasilitas dan semangat di sana sangat luar biasa. Inilah sebenarnya roh dari Marhaenisme yang sejati," pungkasnya seraya berharap pemikiran dalam buku tersebut dapat terus menginspirasi generasi muda sebagai pilar masa depan.

// TOPICS
#pramono_anung #pemprov_dki_jakarta #kesehatan_jakarta #beasiswa_pendidikan #marhaenisme #taman_ismail_marzuki #berita_jakarta
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Warta Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.