Duka mendalam menyelimuti tim nasional Swiss setelah langkah mereka terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2026. Dalam laga sengit melawan Argentina di Arrowhead Stadium, penyerang Swiss Breel Embolo tertangkap kamera meninggalkan lapangan sambil menangis setelah menerima kartu merah yang dipicu oleh penegakan aturan baru VAR.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, Argentina memimpin lebih dulu berkat gol Alexis Mac Allister saat laga belum genap berjalan 10 menit. Namun, Swiss menunjukkan perlawanan gigih dan berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi Dan Ndoye sebelum jeda hidrasi kedua. Amatan redaksi menunjukkan Swiss sempat memegang kendali permainan dan berpeluang menciptakan kejutan besar sebelum petaka itu datang.
Insiden kontroversial bermula ketika gelandang Argentina Leandro Paredes awalnya diganjar kartu kuning oleh wasit Joao Pinheiro karena dianggap menjatuhkan Embolo. Akan tetapi, wasit asal Portugal tersebut kemudian dipanggil oleh petugas VAR untuk meninjau ulang tayangan di monitor tepi lapangan.
Melalui tayangan ulang, terlihat bahwa Embolo justru yang menginisiasi kontak dengan sengaja menjatuhkan diri sebelum mengenai kaki Paredes. Mengacu pada regulasi baru FIFA mengenai "mistaken identity" atau kekeliruan identitas, hukuman kartu kuning Paredes pun dibatalkan dan dialihkan kepada Embolo yang dinilai melakukan simulasi. Karena sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning, pemain berusia 29 tahun itu pun harus menyudahi laga lebih cepat.
Aturan baru FIFA ini menyatakan bahwa peninjauan kekeliruan identitas dapat dilakukan ketika seorang pemain menerima kartu kuning atau merah, namun pelanggaran tersebut sebenarnya dilakukan oleh pemain lain dari tim mana pun. Ironisnya bagi Swiss, andai wasit tidak memberikan kartu kuning kepada Paredes di awal insiden, VAR dipastikan tidak akan bisa mengintervensi simulasi yang dilakukan Embolo.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Argentina saat laga memasuki babak perpanjangan waktu. Skuad asuhan Lionel Scaloni akhirnya menyudahi perlawanan Swiss lewat tendangan jarak jauh Julian Alvarez yang gagal dihalau Gregor Kobel, sebelum Lautaro Martinez mengunci kemenangan Argentina di menit-menit akhir laga untuk menantang Inggris di semifinal.
Menanggapi keputusan tersebut, pelatih Swiss Murat Yakin tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, keputusan wasit telah merusak seluruh rencana permainan yang sudah dipersiapkan timnya, terutama setelah mereka berhasil menyamakan kedudukan.
"Tidak ada alasan kuat untuk memberikan kartu kuning. Itu adalah situasi yang tidak berbahaya. Dia seharusnya membiarkan permainan tetap berjalan," ujar Murat Yakin dalam wawancara pascapertandingan.
Murat Yakin juga melontarkan kritik keras terhadap penerapan aturan baru yang dianggapnya merugikan esensi sepak bola. "Kami dihukum karena aturan yang tidak dapat diterima. Saya tidak memahaminya. Fakta bahwa mereka melakukan intervensi yang tidak perlu sangatlah menyakitkan. Ini adalah aturan yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola," tambahnya.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut menegaskan tidak menyalahkan sang striker atas insiden memilukan itu. "Itu menghancurkan permainan kami hari ini. Kami harus menerimanya, tapi menyakitkan kalah dengan cara seperti ini. Dia [Embolo] sering dilanggar dan memiliki beberapa momen sangat bagus di laga ini, tapi kemudian dia tidak bisa membantu tim lagi. Saya tidak menyalahkannya. Jelas dia sangat terpukul karena tidak bisa membantu tim. Ini adalah kesalahan wasit," pungkas Murat Yakin.