Kemenangan dramatis tim nasional Inggris dengan skor 3-2 atas tuan rumah Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 harus dibayar mahal. Gelandang senior Brentford, Jordan Henderson, dipastikan menyudahi kiprahnya lebih cepat setelah mengalami cedera patah tulang tangan yang mengerikan dalam sebuah insiden aneh di Stadion Azteca, Kota Meksiko.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam laga tersebut, Henderson sebenarnya hanya duduk di bangku cadangan tanpa diturunkan oleh manajer Thomas Tuchel. Berdasarkan pantauan redaksi, tensi pertandingan yang tinggi sempat membuat Henderson menerima kartu kuning akibat perselisihan di pinggir lapangan, terutama setelah rekan setimnya, Jarell Quansah, dikartu merah yang memaksa Inggris bermain dengan 10 orang selama 47 menit.
Namun, petaka sesungguhnya baru terjadi setelah peluit panjang berbunyi. Saat para pemain Tiga Singa menghampiri tribun untuk merayakan kemenangan bersama suporter, Henderson mencoba melompati papan iklan pembatas lapangan. Nahas, ia kehilangan pijakan, terjatuh, dan mendarat dengan bertumpu langsung pada lengan kirinya.
Tim medis langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian. Dari amatan di lapangan, situasi sempat menegang saat rekan-rekan setim dan staf pelatih berkerumun mengelilingi mantan kapten Liverpool tersebut. Henderson bahkan harus diberikan bantuan oksigen sebelum akhirnya ditandu keluar lapangan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel, dalam sesi wawancara pascapertandingan menyatakan keprihatinannya yang mendalam. "Ia mengalami cedera pergelangan tangan. Ia berada di rumah sakit, jadi ini adalah cedera yang cukup serius. Sangat tidak menyenangkan di malam seperti ini Jordan sekarang tidak bisa bersama kami," ujar Tuchel seperti dilaporkan BBC Sport.
Detail mengerikan mengenai kondisi sang gelandang kemudian diungkapkan oleh ayahnya, Brian Henderson. Berbicara kepada Daily Mail, Brian membeberkan bahwa tulang lengan bawah kiri putranya benar-benar hancur dan memerlukan tindakan bedah rekonstruksi besar dari dokter spesialis.
"Saya awalnya mengira dia hanya terjatuh dan mungkin pergelangan tangannya tergores. Saya sama sekali tidak tahu situasinya seserius itu sampai saat mereka mewawancarai Harry Kane, sebuah ranjang dorong lewat membawa Jordan. Saya bisa melihatnya di sana menggunakan oksigen. Saya terjaga semalaman menunggu kabar," tutur Brian.
Pihak keluarga menambahkan bahwa seorang ahli bedah yang biasa menangani cedera serupa pada bintang-bintang liga sepak bola Amerika (NFL) telah disiapkan untuk memimpin operasi Henderson. Hingga kini, belum dipastikan apakah pemain berusia 36 tahun itu akan langsung terbang pulang ke Inggris atau tetap tinggal bersama skuad untuk memberikan dukungan moral.
Melalui akun media sosial pribadinya, Henderson sempat mengunggah pesan tanpa menyebutkan secara langsung insiden papan iklan tersebut. "Malam yang patut dikenang, itu sudah pasti! Performa yang luar biasa melawan berbagai tantangan yang berbeda. Sangat bangga menjadi bagian dari tim spesial ini. Terima kasih atas semua dukungannya, laga besar lainnya hari Sabtu," tulisnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri pesan dukungan dari rekan-rekan setimnya di timnas Inggris, termasuk Marcus Rashford, Jude Bellingham, Declan Rice, Anthony Gordon, dan Elliot Anderson yang mendoakan kesembuhannya.
Menurut laporan internal tim, Thomas Tuchel kini dilaporkan bakal menerapkan aturan baru yang tegas bagi skuadnya. Pelatih asal Jerman tersebut akan memperingatkan seluruh pemain agar tidak lagi melompati papan iklan saat merayakan kemenangan demi menghindari terulangnya insiden fatal seperti yang menimpa Henderson.
Kehilangan Henderson menjadi pukulan telak bagi kedalaman skuad Inggris di fase gugur. Sesuai dengan protokol regulasi FIFA, posisi Henderson tidak dapat digantikan oleh pemain baru karena pergantian skuad akibat cedera hanya diizinkan sebelum sebuah negara melakoni pertandingan pertama mereka di turnamen.