Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kembali diguncang kontroversi besar di luar lapangan. Kali ini, mantan penyerang tim nasional Prancis, Thierry Henry, dan legenda sepak bola Amerika Serikat, Alexi Lalas, terlibat dalam perdebatan sengit yang nyaris lepas kendali saat memandu program siaran langsung di saluran FOX Sports.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan amatan di studio, tensi tinggi antara kedua pengamat sepak bola tersebut bahkan membuat mantan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic, yang berada di antara mereka, tampak canggung dan terjebak di tengah situasi yang memanas.
Pemicu adu argumen ini adalah keputusan kontroversial FIFA yang membatalkan sanksi larangan bertanding satu laga untuk penyerang bintang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar melawan Belgia. Balogun sebelumnya diganjar kartu merah langsung pada menit ke-64 saat timnya menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina akibat pelanggaran terhadap bek Tarik Muharemović.
Namun, menyusul adanya intervensi dari Donald Trump, Komite Disiplin FIFA secara mengejutkan mengumumkan bahwa hukuman penyerang AS tersebut ditangguhkan selama satu tahun menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin mereka. Langkah luar biasa ini memicu gelombang protes dari para pengamat, termasuk Henry yang menilai proses pembatalan tersebut cacat regulasi.
"Apa yang saya katakan sebelumnya, saya rasa orang-orang tidak mengerti. Ketika saya mengangkat Pasal 27, itu adalah sarkasme. Saya pikir orang akan paham, tetapi ternyata tidak, jadi saya akan katakan lagi. Saya setuju bahwa itu bukan kartu merah, karena jika saya seorang pemain saya tidak akan menerima itu. Namun, saya tidak setuju dengan cara mereka membatalkan kartu merah tersebut," ujar Henry dengan nada tinggi.
Menurut Henry, intervensi pascapertandingan yang membutuhkan waktu hingga tiga hari sama sekali tidak dapat dibenarkan dan justru merusak esensi olahraga. "Apa yang dilakukan FIFA itu tidak benar. Keputusannya tepat untuk tidak memberikan kartu merah, tetapi hal itu seharusnya diputuskan di lapangan, bukan setelah tiga atau empat hari. Saya sama sekali tidak setuju dengan cara itu. Itu memicu kemarahan Belgia. Lihat saja perayaan dan tarian mereka di akhir laga, semuanya berawal dari sana," tambah mantan kapten Arsenal itu.
Alexi Lalas tidak tinggal diam dan langsung memotong penjelasan tersebut untuk membela tim nasional negaranya. Lalas mempertanyakan standar ganda Henry dengan mengungkit kasus serupa yang pernah menguntungkan megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, sebelum turnamen dimulai. "Jadi Ronaldo juga seharusnya tidak boleh bermain di Piala Dunia?" potong Lalas dengan nada menantang.
Ketegangan kian memuncak saat Henry menolak membahas Cristiano Ronaldo karena menganggap fokus perdebatan adalah kasus spesifik Balogun. Di sisi lain, Lalas bersikeras bahwa FIFA "tidak melanggar aturan atau regulasi apa pun" dalam proses penangguhan tersebut, meski ia mengakui bahwa keputusan yang benar terkadang diambil dengan cara yang salah.
Dari pantauan redaksi, keikutsertaan Balogun dalam laga melawan Belgia pada akhirnya tidak mengubah nasib tim tuan rumah. Penyerang klub Monaco tersebut gagal mencetak gol, dan Amerika Serikat harus tersingkir secara tragis dari Piala Dunia 2026 setelah dihantam Belgia dengan skor telak 4-1.
Seusai pertandingan, Balogun langsung memberikan klarifikasi kepada awak media untuk meredam spekulasi mengenai keterlibatan dirinya dalam lobi politik tersebut. "Tentu saja ini memicu kontroversi ketika keputusan dibatalkan. Kami menerima keputusan saat saya mendapat kartu merah, dan kami juga menerima keputusan ketika diberi tahu bahwa saya bisa bermain. Saya tidak terlibat dalam proses tersebut. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya secara pribadi," tegasnya.