Manajemen PSM Makassar memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang berencana mencabut regulasi larangan suporter tamu atau "away" pada musim kompetisi 2026/2027. Kebijakan baru ini dinilai sebagai angin segar yang mampu menggairahkan kembali atmosfer sepak bola di tanah air.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan amatan tim redaksi, pembatasan ketat ini sebelumnya telah berlangsung selama lebih dari tiga musim berturut-turut. Regulasi tersebut pertama kali diterapkan pada pertengahan musim 2022/2023 dan dipertahankan hingga musim 2025/2026 sebagai langkah darurat.
Dari pantauan redaksi, aturan pelarangan tersebut merupakan buntut dari Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam. Kerusuhan fatal di markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kala itu menjadi sejarah kelam dengan menelan korban jiwa sebanyak 135 orang.
Kini, setelah hampir empat tahun berlalu, otoritas tertinggi sepak bola Indonesia mulai menimbang ulang untuk menghapus pembatasan tersebut. Langkah PSSI ini diyakini akan mendongkrak kembali jumlah penonton yang datang langsung ke stadion.
Menurut Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, keputusan ini diprediksi akan mengembalikan gairah kompetisi domestik. "Tentu ini kabar baik untuk liga kita. Animo penonton bisa naik lagi," kata Sulaiman saat dihubungi melalui pesan singkat pada Minggu (12/07/2026).
Meski menyambutnya dengan optimisme tinggi, Sulaiman mengingatkan bahwa pelonggaran aturan ini menuntut tanggung jawab besar. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus berkomitmen penuh demi menjaga situasi tetap kondusif.
"Kita sambut baik, tapi tetap harus kita kawal bersama-sama kebijakan ini. Semua stakeholder sepak bola harus bekerjasama dengan baik," ucap Sulaiman menekankan pentingnya faktor keamanan dan ketertiban di dalam maupun luar stadion.
Ketika ditanya mengenai koordinasi formal dengan pihak federasi, Sulaiman mengaku manajemen klub berjuluk Juku Eja tersebut masih menunggu dokumen tertulis resmi dari PSSI. "Setahu saya belum ada," akunya terkait surat keputusan pencabutan larangan.
Kendati surat resmi belum mendarat di sekretariat klub, manajemen PSM Makassar menyatakan bahwa mereka tidak akan bersikap pasif. Pihak klub menegaskan telah melakukan berbagai persiapan infrastruktur dan koordinasi internal untuk menyambut kembali kehadiran suporter tim lawan di stadion mereka.