Di tengah rutinitas yang menjemukan dan pencarian manusia akan makna pembangunan, sebuah selebrasi kebudayaan kembali meletup di tanah Sumatra. Berdasarkan laporan resmi, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri upacara pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 yang digelar megah di area PRSU pada Jumat malam. Eksistensi perhelatan legendaris yang membentang dari 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini secara khidmat diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bagi Zakiyuddin Harahap, festival tahunan ini bukan sekadar panggung kemeriahan yang fana, melainkan manifestasi dari perjuangan daerah untuk menunjukkan jati dirinya. Menurut pandangannya di sela-sela acara, momentum emas ini harus dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pamer bagi keunggulan lokal yang selama ini tersembunyi di balik riuh rendahnya modernisasi.
"Saya berharap dengan adanya PRSU ini, dapat menjadi etalase bagi kita dalam mempromosikan seluruh potensi yang ada di daerah masing-masing, mulai dari keunggulan budaya, UMKM hingga inovasi terbaiknya," ungkap Zakiyuddin Harahap dengan nada penuh penegasan.
Dari pantauan redaksi di lokasi, atmosfer pembukaan tahun emas ini diselimuti oleh antusiasme warga yang merindukan ruang interaksi sosial yang bermakna. Pengamatan tim redaksi menunjukkan jajaran paviliun daerah mulai bersolek, menampilkan kontras yang apik antara tradisi leluhur dan geliat ekonomi kreatif digital. Berdasarkan penjelasan Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya, perayaan setengah abad ini sengaja mengusung tema "Harmoni Emas" sebagai refleksi filosofis atas realitas sosial masyarakat saat ini.
"Harmoni menggambarkan kehidupan masyarakat Sumut yang begitu beragam, sedangkan Emas menggambarkan kemajuan tekad yang akan membawa Sumut menjadi lebih baik," tutur Surya saat menguraikan esensi tema tersebut di hadapan para tamu undangan.
Pada akhirnya, keindahan sebuah festival akan diuji oleh dampaknya terhadap nasib manusia di sekitarnya. Menurut Surya, perhelatan akbar ini mengemban misi eksistensial untuk membangkitkan gairah ekonomi, mendatangkan arus investasi, sekaligus menghidupkan sektor pariwisata pascapandemi. Dari pantauan redaksi, komitmen tersebut tercermin dari keterlibatan ratusan pelaku usaha kecil yang menaruh harapan hidup mereka pada perputaran roda ekonomi di sepanjang koridor PRSU tahun ini.