SD Kasatriyan Surakarta yang berdiri sejak 1910 merupakan salah satu sekolah dasar tertua di Kota Solo, Jawa Tengah. Sekolah ini memiliki rekam jejak sejarah yang panjang karena pada awal berdirinya dikenal sebagai lembaga pendidikan khusus yang eksklusif bagi putra dan kerabat dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Namun, lebih dari satu abad kemudian, sekolah yang penuh dengan nilai sejarah ini justru harus menghadapi tantangan besar yang mengancam keberlangsungannya. Berdasarkan pantauan redaksi menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, pihak sekolah tercatat baru memperoleh empat orang siswa baru hingga awal Juli 2026.
Kepala SD Kasatriyan, Erna Wahyudiastuti, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk menarik minat masyarakat sekitar agar mau menyekolahkan anak mereka di lembaga tersebut. Langkah jemput bola hingga promosi langsung telah gencar dilakukan demi mendongkrak angka perolehan siswa.
"Sampai hari ini jumlah siswanya yang kelas satu baru ini empat siswa. Dari bapak ibu guru sudah berusaha ke TK-TK, sudah ke rumah-rumah. Bahkan kita sudah promosi dengan cara apa pun itu sudah kita usahakan," ujar Erna saat menjelaskan kondisi terkini sekolah yang dipimpinnya.
Kondisi sepi peminat yang terjadi saat ini sangat kontras jika dibandingkan dengan masa kejayaan masa lalu, ketika SD Kasatriyan menjadi simbol sekolah bergengsi yang identik dengan trah bangsawan Keraton Surakarta. Menurut salah satu alumni yang juga merupakan sentana dalem Keraton Surakarta, BRM Nugroho Iman Santoso, mengenang masa lalu di sekolah tersebut mendatangkan kebanggaan tersendiri.
"Saya sekolah di SD Kasatriyan ini prestise banget. Sudah pasti anak ndoro itu," ungkap Nugroho saat menceritakan bagaimana status sosial para murid yang menimba ilmu di sana pada masa lampau.
Berdasarkan catatan sejarah, lembaga pendidikan ini didirikan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan keluarga kerajaan. Dari pengamatan tim redaksi terhadap sejarah sekolah, Pakubuwono X dikenal sebagai sosok yang visioner yang menginginkan anak cucunya mendapatkan pendidikan terbaik formal ala barat.
"Sinuhun PB X ini seorang yang visioner. Beliau membangun sekolah supaya anak cucunya pintar. SD Kasatriyan berada di dalam keraton. Kalau sekarang mungkin seperti sekolah unggulan atau sekolah elit," jelas Nugroho menambahkan.
Nugroho juga memaparkan bahwa pada masa awal berdirinya, kurikulum di SD Kasatriyan tergolong sangat maju untuk zamannya karena turut mengajarkan bahasa Belanda. Hal ini disebabkan karena banyak lulusannya yang dipersiapkan khusus untuk melanjutkan pendidikan tingkat tinggi langsung ke Belanda.
"Kalau zaman awal-awal itu malah plus bahasa Belanda. Sebagian gurunya dari Belanda karena untuk tingkat lanjutan saat itu harus sekolah di sana," tuturnya. Lembaga pendidikan yang legendaris ini diketahui didirikan secara resmi pada 19 Oktober 1910 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kasatriyan Surakarta.