Di tengah ketidakpastian dunia yang terus bergulir, manusia selalu mencari bentuk dalam setiap perjuangan yang mereka pilih. Pada sebuah ruang penuh ekspektasi di Hotel Savana, Kota Malang, sekelompok manusia memilih mendedikasikan diri pada lintasan roda yang meluncur cepat. Berdasarkan agenda resmi organisasi, Wakil Ketua Umum Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jawa Timur, Priyo Sudibyo, melantik jajaran pengurus Perserosi Kota Malang masa bakti 2025–2029 pada Selasa (7/7).
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam struktur kepengurusan yang baru ini, takdir kepemimpinan kembali meletakkan bebannya di pundak Erman Hernadi yang dipercaya sebagai Ketua Umum Perserosi Kota Malang, dengan didampingi oleh Sunarko yang mengemban amanah sebagai Ketua Harian. Usai sumpah jabatan diucapkan, Erman menegaskan sebuah komitmen mutlak yang sunyi dari keraguan: memaksimalkan pembinaan atlet sekaligus mengerek prestasi Perserosi Kota Malang di berbagai panggung laga, baik regional, nasional, hingga internasional.
Berdasarkan rencana strategis organisasi, target yang paling dekat dan nyata adalah melampaui capaian masa lalu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya. Sebagai sebuah cermin, pada Porprov Jatim 2023 di Kota Malang, kontingen Perserosi Kota Malang telah merebut empat medali emas, enam perak, dan dua perunggu. Kini, mereka menolak untuk sekadar diam di tempat.
"Selama ini atlet-atlet sepatu roda Kota Malang mampu bersaing di berbagai level kejuaraan, mulai dari regional, nasional hingga internasional. Kami optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan," ujar Erman. Di balik optimisme tersebut, terbentang angka-angka yang harus diperjuangkan, yakni target perolehan tujuh medali emas, lima perak, dan dua perunggu pada Porprov Jatim mendatang.
Namun, Erman menyadari bahwa prestasi tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari benturan keringat pada fasilitas yang memadai. "Target tersebut tentu membutuhkan kerja keras serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang, terutama dalam pemenuhan sarana latihan di Velodrome Sawojajar yang saat ini masih membutuhkan perbaikan," katanya menambahkan.
Menurut pandangan Wakil Ketua Umum Perserosi Jawa Timur, Priyo Sudibyo, pihak provinsi menaruh perhatian besar pada dinamika ini dan siap menyokong pembinaan atlet Kota Malang serta mendorong peningkatan fasilitas latihan. Harapan senada juga diutarakan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang akrab disapa Pak Mbois. Ia menginginkan agar target pembinaan serta capaian prestasi yang telah digariskan tidak berakhir sebagai angan-angan semata.
Mengenai persoalan pelik seputar perbaikan Velodrome Sawojajar, Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan garis kepemilikan atau aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Walau demikian, birokrasi tidak lantas menghentikan langkah mereka, karena komunikasi intensif terus dibangun agar pemanfaatan tempat latihan tersebut dapat segera dioptimalkan.
"Velodrome merupakan aset Pemprov Jatim. Kami sudah berkomunikasi secara intensif, dan pada prinsipnya Pemprov telah mempersilakan pengelolaan serta pemanfaatannya. Saat ini yang masih kami bahas adalah terkait penganggarannya," jelas Wahyu dengan nada penuh keyakinan. Ia meminta semua pihak untuk menerima proses ini dengan kesabaran yang rasional. "Kami mohon semua pihak bersabar. Pemerintah Kota Malang terus berusaha semaksimal mungkin. Semoga dalam waktu dekat apa yang kami upayakan dapat segera realisasi," pungkasnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, prosesi pelantikan yang khidmat ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang Muhammad Nur Widianto, Kepala Dinas Perhubungan Widjaja Saleh Putra, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Baihaqi, Camat Klojen Willstar Taripar Hatoguan, serta perwakilan dari KONI Kota Malang.