Sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari kelompok mahasiswa hingga serikat buruh dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik strategis di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (09/07/2026). Aksi massa ini diperkirakan akan memusatkan konsentrasi di kawasan Gambir dan sepanjang Jalan M.H. Thamrin.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan dari Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, terdapat tiga titik aksi demonstrasi yang akan berlangsung secara bersamaan. Pihak kepolisian memprediksi gelombang massa akan mulai memadati lokasi unjuk rasa sejak siang hari.
"Aksi unjuk rasa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, rencana giat pukul 11.00 WIB," kata Erlyn melalui keterangan tertulisnya pada Kamis (09/07/2026).
Menurut pengamatan tim redaksi, selain kelompok mahasiswa yang bergerak ke arah Gambir, pergerakan massa juga datang dari sektor ketenagakerjaan. Federasi Serikat Pekerja (F-SP) Global Indonesia dilaporkan turut turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka di kawasan Jalan M.H. Thamrin.
Berdasarkan agenda yang diterima pihak kepolisian, aksi serikat buruh tersebut menyasar dua lokasi diplomatik penting di ibu kota. Lokasi yang menjadi titik sentral demonstrasi tersebut yakni di depan Kedutaan Besar Jepang dan Kedutaan Besar Jerman.
Dari pantauan redaksi di lapangan, aparat kepolisian telah melakukan persiapan ketat guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum. Sebanyak 1.069 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek jajaran dikerahkan ke titik-titik rawan, dan apel gelar pasukan pun telah dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB.
Terkait arus kendaraan di sekitar lokasi unjuk rasa, pihak kepolisian menetapkan skema rekayasa lalu lintas yang diberlakukan secara situasional. Pengalihan arus akan sangat bergantung pada jumlah massa dan dinamika situasi riil di lapangan sepanjang hari ini.
Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan yang biasa melintasi kawasan Gambir, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga sepanjang Jalan M.H. Thamrin untuk mencari jalur alternatif. Langkah ini disarankan guna menghindari potensi kepadatan kendaraan akibat penutupan jalan darurat.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan Gambir, Merdeka Barat, dan sepanjang Jalan M.H. Thamrin untuk berhati-hati. Silakan gunakan rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan selama aksi berlangsung. Kami berkomitmen mengawal aksi ini agar berjalan aman dan tertib," tutup Erlyn.