Sebuah operasi pemberantasan narkotika yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deliserdang di kawasan Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berakhir dengan kericuhan. Petugas gabungan yang sedang menjalankan tugas diadang oleh sekelompok warga dan pengunjung yang mencoba menghalang-halangi proses penegakan hukum.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula ketika petugas melakukan pemeriksaan dan tes urine mendadak terhadap para pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di wilayah tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tim medis BNNK menemukan sedikitnya 25 orang pengunjung yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.
Dari pantauan redaksi, situasi memanas saat petugas hendak membawa puluhan pengunjung yang terindikasi positif tersebut ke kantor BNNK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sekelompok massa yang berada di sekitar lokasi mulai berkumpul dan melakukan aksi provokasi hingga berujung pada tindakan fisik guna melepaskan para pelanggar hukum.
Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho membenarkan adanya insiden perlawanan massal dalam operasi penindakan tersebut. "Beberapa hari lalu memang benar terjadi perlawanan dari masyarakat di Patumbak saat razia gabungan," ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.
Menurut Brigjen Pol Tatar Nugroho, tim gabungan pada awalnya melakukan razia rutin di tempat hiburan malam sebagai bagian dari program pencegahan narkoba. "Awalnya BNNK Deliserdang bersama tim gabungan razia di tempat hiburan. Dari pemeriksaan ditemukan 25 orang positif narkotika hasil tes urine," kata Tatar menambahkan.
Menyusul insiden pengadangan dan kericuhan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan tindakan tegas. Petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan empat orang yang diduga kuat menjadi provokator serta pelaku penyerangan terhadap petugas dalam kericuhan tersebut.
Saat ini, ke-25 pengunjung yang dinyatakan positif narkoba beserta empat orang yang ditahan akibat kericuhan tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif di markas BNNK Deliserdang dan kepolisian setempat guna proses hukum dan rehabilitasi lebih lanjut.