Di tengah kesunyian kota yang bergerak mekanis, manusia kerap mencari jaminan atas ketenteraman hidup mereka yang fana. Berdasarkan keprihatinan eksistensial ini, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, secara resmi meminta para camat dan lurah di wilayahnya untuk lebih memberdayakan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Personel ini diharapkan tidak lagi menjadi sekadar bayang-bayang di sudut malam, melainkan dilibatkan aktif dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Arifin, kehadiran Satlinmas harus menjadi perpanjangan tangan dari kepedulian bersama yang nyata. "Saya meminta camat dan lurah melibatkan secara aktif personel Satlinmas dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan, menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat maupun kebencanaan," ujarnya saat membuka Pembinaan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Satlinmas pada Rabu, 8 Juli 2026.
Berdasarkan visi untuk menciptakan harmoni di tengah kegaduhan urban, Arifin menegaskan bahwa personel yang terlatih, disiplin, dan responsif tidak lahir dari pembiaran. Penempaan tersebut hendaknya diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan, koordinasi lintas sektor yang erat, serta dukungan penuh dari seluruh perangkat di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat. Bagi Arifin, ketertiban bukanlah sebuah anugerah cuma-cuma, melainkan usaha kolektif yang harus terus diperjuangkan.
Sebagai entitas yang paling dekat dengan denyut nadi warga, Satlinmas memikul beban yang tidak ringan. "Satlinmas merupakan mitra strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," tegas Arifin dengan nada penuh penekanan. Ia menaruh harapan besar agar kegiatan pembinaan ini mampu melahirkan aparatur garda terdepan yang humanis, namun tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menghadapi kompleksitas dinamika sosial di Jakarta Pusat.
Menghadapi absurditas tugas di lapangan, Arifin mengajak seluruh anggota untuk menemukan makna mendalam di balik seragam mereka. Kebanggaan atas sebuah pengabdian tulus dinilai sebagai jangkar moral yang utama. "Mari menjadikan pengabdian ini sebagai kebanggaan. Buktikan bahwa Satlinmas Jakarta Pusat adalah barisan yang solid karena disiplin, disegani dan dicintai," tandasnya mengakhiri pengarahan tersebut.