Kementerian Pariwisata secara resmi menetapkan 11 agenda festival budaya dan pariwisata unggulan dari Provinsi Jawa Timur masuk ke dalam program tahunan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Langkah ini diambil setelah seluruh agenda tersebut melewati proses penilaian ketat dari para kurator.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, menjelaskan bahwa pemilihan festival ini didasarkan pada lima aspek utama. "Seluruh event tersebut merupakan hasil proses kurasi oleh kurator independen berdasarkan lima aspek penilaian, yaitu ide dan inovasi, manajemen kegiatan, manajemen keuangan, strategi komunikasi dan pemasaran, serta analisis dampak," ujar Nia dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta.
Berdasarkan pantauan redaksi, daftar agenda yang lolos dalam KEN 2026 mencakup keragaman tradisi urban hingga ritus budaya tradisional, seperti Festival Rujak Uleg di Surabaya, Festival Nasional Reog Ponorogo, Segoro Topeng Kaliwungu di Lumajang, hingga pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Banyuwangi.
Dari deretan acara yang lolos tersebut, Kementerian Pariwisata menaruh perhatian khusus pada Jember Fashion Carnaval (JFC) dan Festival Nasional Reog Ponorogo yang berhasil menembus kategori kasta tertinggi, yakni Top KEN 2026. Menurut pengamatan tim redaksi, kedua festival ini dinilai paling konsisten dan memiliki daya pikat magnetis bagi turis domestik maupun asing.
Nia Niscaya menambahkan, kedua agenda tersebut telah terbukti mendongkrak perekonomian lokal secara nyata. "Kedua event ini telah menunjukkan konsistensi dalam penyelenggaraan, memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Sebagai gambaran, penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval 2025 mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp120 miliar," kata Nia.
Menurut data dari otoritas pariwisata, kontribusi sektor wisata berbasis festival dan acara terhadap angka kunjungan pelancong ke Jawa Timur menyentuh angka yang cukup signifikan, yakni sebesar 30 persen. Sektor pariwisata olahraga atau sport tourism yang dipadukan dengan konsep kebugaran dan alam terbuka juga dilaporkan kian digandrungi oleh wisatawan dari segmen milenial dan Gen Z.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memang telah secara agresif memproklamasikan wilayahnya sebagai provinsi berbasis event. Langkah strategis ini diambil guna memicu kedatangan wisatawan berkualitas yang mengedepankan aspek pariwisata berkelanjutan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menyatakan optimisme serupa terkait optimalisasi sektor sport tourism di 38 kabupaten dan kota. Evy mencontohkan kesuksesan ajang lari lintas alam "Mantra 116" baru-baru ini, yang sukses menyedot ribuan pelari dari puluhan negara di benua Eropa, Afrika, dan Asia untuk datang ke Jawa Timur.