Di tengah bentang alam yang menuntut keteguhan jiwa, manusia seringkali menemukan kembali arti kebersamaan melalui pengabdian yang sunyi namun pasti. Menurut catatan resmi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah daerah setempat secara khidmat telah melepas Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Deli Serdang untuk menghadapi tantangan dalam Jambore Daerah Sumatera Utara XI Tahun 2026. Perhelatan yang menjadi ruang pembuktian disiplin ini dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan Sibolangit mulai tanggal 8 hingga 12 Juli 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Upacara pelepasan yang dipenuhi riuh harapan dan keteguhan tersebut diselenggarakan secara terbuka di Alun-alun Kecamatan Pancur Batu pada Selasa, 7 Juli 2026. Berdasarkan data yang dirilis oleh panitia penyelenggara, sebanyak lima pasukan dikerahkan menuju medan juang, mencakup 303 peserta, 34 pembina pendamping, 10 staf kontingen, serta 2 pimpinan kontingen. Seluruh utusan tersebut merupakan representasi terbaik yang lahir dari rahim 22 Kwartir Ranting di seantero wilayah Deli Serdang.
Sebelum melangkahkan kaki menuju bumi perkemahan yang sarat akan ujian fisik dan mental, seluruh peserta dikabarkan telah melewati proses penempaan diri yang ketat. Berdasarkan laporan internal kontingen, mereka diwajibkan menjalani lima kali fase Training Center di Taman Pramuka Deli Serdang. Latihan intensif ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar kecakapan teknis, melainkan sebagai medium untuk memperkuat kedisiplinan, ketajaman keterampilan, dan ikatan kekompakan tim yang mutlak diperlukan dalam menghadapi ketidakpastian situasi di lapangan.
Bupati Deli Serdang yang memegang amanah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, memberikan wejangan mendalam mengenai arti penting menjaga solidaritas sesama manusia di tengah kerasnya kompetisi. Beliau mengingatkan bahwa esensi tertinggi dari sebuah perjuangan kelompok bukanlah keunggulan individual yang egois, melainkan kebersamaan dalam menanggung beban.
"Saya harap jangan ada yang memaksakan diri dan jangan ada yang meninggalkan temannya. Tetaplah kompak dalam satu barisan Kontingen Deli Serdang. Kekompakan yang adik-adik bangun itulah yang menjadi keunggulan Kabupaten Deli Serdang sebagai kabupatennya Pramuka," pesan dr H Asri Ludin Tambunan dengan penuh penekanan di hadapan ratusan pandu muda.
Di samping itu, sang Bupati juga memberikan perhatian filosofis sekaligus praktis terhadap aspek vital perlindungan nyawa manusia dengan memerintahkan tim medis kontingen agar bertindak proaktif tanpa kompromi selama masa perkemahan berlangsung. Bagi beliau, antisipasi dini adalah benteng utama dalam menghadapi potensi krisis kesehatan.
"Saya minta tim medis bersifat aktif. Jangan menunggu ada masalah baru disikapi. Terus pantau kondisi mereka, karena merekalah penerus generasi bangsa," tegasnya, menepis segala bentuk kelalaian birokratis yang kerap mengancam keselamatan.
Menurut dr H Asri Ludin Tambunan, keikutsertaan Deli Serdang dalam forum daerah ini mengemban misi moral yang lebih besar dari sekadar pengumpulan medali atau pengakuan formal. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran bagi generasi muda lainnya untuk melibatkan diri dalam lingkaran kebajikan Gerakan Pramuka.
"Selamat mengikuti Jambore Daerah Sumatera Utara. Semoga keikutsertaan adik-adik sekalian menjadi motivasi bagi anak-anak Deli Serdang untuk ikut Pramuka. Selamat berjuang, tunjukkan kemampuan terbaik, jaga kesehatan dan kekompakan. Harumkan nama Deli Serdang melalui prestasi, sikap, dan perilaku yang membanggakan," pungkasnya, mengakhiri pidato pelepasan dengan keyakinan pada masa depan.
Berdasarkan tinjauan historis, Bumi Perkemahan Sibolangit sendiri merupakan saksi bisu dari berbagai peristiwa kepanduan besar di Indonesia, menjadikannya latar yang puitis sekaligus menantang bagi Kontingen Deli Serdang dalam mengukir takdir baru mereka tahun ini.