Di tengah hamparan tanah basah Dusun PW Asri A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, manusia kembali berhadapan dengan takdir bumi yang sunyi namun menghidupi. Berdasarkan laporan kegiatan daerah, Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, hadir di tengah Kelompok Tani Jaya Tani untuk merayakan sekaligus merenungkan makna kerja keras lewat panen bawang merah bersama, pada Senin, 6 Juli 2026. Di sana, di antara aroma tanah dan keringat yang jujur, sebuah ikhtiar modern dicanangkan untuk melawan ketidakpastian nasib yang kerap membayangi hidup para petani.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data di lapangan, panen kali ini berlangsung di atas lahan seluas tujuh rantai dengan potensi hasil yang melimpah mencapai sekitar 1,3 ton bawang merah. Guna membebaskan petani dari kecemasan akan jatuhnya harga pasar yang absurd, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui BUMD Bhinneka Perkasa Jaya langsung mengambil tindakan nyata dengan menyerap seluruh hasil panen tersebut seharga Rp24 ribu per kilogram.
Dalam dialog yang sarat akan empati kemanusiaan bersama para petani, Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah untuk memberikan kepastian di tengah ketidakpastian pasar. "Sistem Si Pandai yang sedang kita bangun akan memudahkan pemerintah mengetahui kapan petani panen, siapa yang membeli hasil panennya, hingga dipasarkan ke mana. Dengan begitu, pemerintah dapat membantu menjamin pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil pertanian," ujarnya penuh keyakinan.
Berdasarkan penjelasan teknisnya, inovasi yang dinamakan Si PANDAI atau Sistem Pantau Data Pangan Indonesia ini dirancang sebagai kompas digital. Melalui sistem ini, pemerintah daerah mengintegrasikan data pertanian mulai dari luas tanam, jadwal, hingga waktu panen untuk memperkuat pendampingan dan pengambilan kebijakan di sektor pangan secara akurat.
Bupati mengapresiasi keteguhan para petani di Desa Sidodadi Ramunia yang selama ini mengelola usaha taninya dengan modal mandiri yang berani. Namun, ia menyadari realitas getir bahwa ketika harga jatuh, petani kerap terpaksa menyerahkan nasibnya pada tengkulak. "Ke depan kondisi seperti ini harus kita benahi. Pemerintah hadir agar petani tidak lagi dirugikan ketika harga jatuh. Kita ingin hasil panen petani memiliki pasar yang jelas dan harga yang layak," tegas Bupati.
Sebagai bentuk sokongan eksistensial, Bupati juga menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meringankan beban kerja manusia di ladang. Gapoktan Mandiri menerima combine harvester, traktor roda empat, handsprayer elektrik, dan benih padi hybrida. Sementara Gapoktan Sri Abadi Tani mendapatkan rotavator serta mesin pompa air, disusul penyerahan pompa air kepada Asrintani dan Maju Tani.
Menurut Bupati, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sangat krusial dalam mengatur ritme produksi agar tidak terjadi penumpukan pasokan yang sia-sia. "Kalau kebutuhan alat pertanian masih kurang, segera laporkan. PPL harus mengatur pola tanam sehingga produksi tetap terjaga dan petani tidak mengalami kerugian," katanya memberi arahan tegas.
Menatap masa depan Desa Sidodadi Ramunia yang memiliki potensi lahan seluas 75 hektare, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berkomitmen membangun gudang penyimpanan bibit bawang berukuran 5 x 10 meter. Selain alsintan dan gudang, perbaikan infrastruktur jalan juga dijanjikan segera menyusul demi mempermudah mobilitas kehidupan. "Jalan yang juga menjadi lalu lintas akan kita perbaiki tahun ini. Ada 10 paket pengerjaan infrastruktur di Kecamatan Beringin yang akan dikerjakan tahun ini juga," ucap Bupati di hadapan Ketua TP PKK Deli Serdang Ny Jelita Asri Ludin Tambunan dan jajaran perangkat OPD yang turut menyaksikan sebuah fajar baru bagi pertanian daerah.