Di tengah ketidakpastian yang kerap membayangi urusan manusia, sebuah kepastian tata kelola keuangan akhirnya menemukan jalannya. DPRD Kota Medan secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2025. Persetujuan bersama yang sarat akan tanggung jawab moral ini disahkan dalam Rapat Paripurna yang khidmat di Gedung DPRD Kota Medan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya persidangan, Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen. Agenda utama pertemuan ini merangkum penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar), pemaparan pendapat akhir dari setiap fraksi DPRD, serta prosesi penandatanganan keputusan bersama antara pimpinan legislatif dan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Menurut Wali Kota Medan Rico Waas dalam sambutannya, ada rasa syukur mendalam yang harus dipanjatkan atas terjalinnya kemitraan ini. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan, khususnya Badan Anggaran yang telah membedah dokumen pertanggungjawaban tersebut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Perangkat Daerah terkait.
"Pembahasan yang konstruktif ini merupakan wujud kemitraan dan kerja sama yang semakin kokoh antara hubungan legislatif dengan eksekutif. Kita melihat seluruh siklus APBD dari tahap perencanaan hingga pelaporan dapat berjalan optimal demi pembangunan kota yang transparan dan akuntabel," ungkap Rico Waas, merenungkan esensi dari sebuah birokrasi yang bersih.
Meski menyadari adanya capaian yang optimal, Rico Waas tetap menangkap esensi kegelisahan dari pandangan akhir fraksi-fraksi DPRD untuk dijadikan bahan perenungan dan evaluasi di masa depan. Poin krusial pertama yang digarisbawahinya adalah urgensi peningkatan tata kelola keuangan yang jauh lebih baik. Ia menuntut agar seluruh pemangku kepentingan mampu melahirkan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.
Sementara itu, pada poin kedua, Rico Waas memandang bahwa realisasi keuangan di sepanjang tahun 2025 sejatinya telah mendekati titik optimal. Kendati demikian, ia dengan jujur mengakui adanya beberapa target yang belum mewujud sepenuhnya dalam realitas. Guna menyikapi ketidaksempurnaan tersebut, pemimpin nomor satu di lingkungan Pemko Medan ini memberikan instruksi tegas agar jajarannya tidak terjebak dalam kenyamanan yang semu.
"Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua, khususnya seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk lebih meningkatkan integritas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Kita harus bekerja lebih fokus dan lebih keras lagi guna mewujudkan visi-misi pembangunan kota yang sudah ditetapkan bersama," tegas Rico Waas, mengingatkan kembali akan kewajiban eksistensial seorang pelayan publik.
Menutup pidatonya dengan penuh ketetapan hati, Rico Waas menegaskan kembali komitmen Pemko Medan untuk menindaklanjuti seluruh catatan strategis yang diberikan oleh DPRD. Menurut pandangannya, keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak pernah lahir dari kesendirian, melainkan dari kolaborasi erat antara eksekutif, legislatif, yudikatif, profesional, pers, hingga masyarakat.
Berdasarkan laporan jalannya rapat, agenda penting ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, jajaran pimpinan Perangkat Daerah, serta para Camat di lingkungan Pemko Medan.