Di bawah langit Lubuk Pakam yang menyimpan riuh harapan, sebuah ikhtiar pembangunan sedang diuji di hadapan waktu. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berhasil melangkah jauh menembus Tahap II Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026. Langkah ini mempertemukan cita-cita daerah dengan tim penguji dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang melakukan verifikasi mendalam mengenai capaian makro, kualitas dokumen perencanaan, serta sebuah program kemanusiaan yang sunyi namun berdampak besar.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Program tersebut bertajuk Demi Pemula Sepeda Bagus, sebuah akronim penuh makna dari Deli Serdang Mewujudkan Impian Pendidikan Murah dan Berkualitas, Sekolah Peduli Keluarga dan Anak Berkebutuhan Khusus. Melalui inovasi yang menyentuh ranah eksistensial anak-anak yang kerap terlupakan ini, Deli Serdang melesat masuk ke dalam jajaran lima besar terbaik dari 416 kabupaten di seluruh penjuru Indonesia.
Berdasarkan jalannya verifikasi di Aula Cendana, penilaian ini dihadiri langsung oleh Tim Penilai Nasional yang terdiri atas Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas, Dr Taufik Hanafi dan Dr Himawan Hariyoga Joyokusumo. Hadir pula Guru Besar Tata Kelola Kebijakan Publik UGM, Prof Gabriel Lele, serta Prof Benedictus Raksaka Mahi yang memberikan pandangannya secara daring demi menakar sejauh mana program ini benar-benar mengubah takdir sosial masyarakat setempat.
Menurut pemaparan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, yang didampingi oleh Ketua TP PKK, inovasi ini lahir dari sebuah keresahan mendasar atas nasib Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dari total 1.603 anak yang terdata di wilayah tersebut, terdapat 718 anak yang sebelumnya hidup dalam kesendirian tanpa menyentuh layanan pendidikan formal maupun informal.
Melalui rajutan kolaborasi lintas sektor yang mengikat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, hingga Tim Penggerak PKK, layanan pendidikan dan kesehatan kini diberikan secara terintegrasi. Angka anak yang tidak terlayani menyusut tajam hingga tersisa 101 anak, sementara 617 anak lainnya kini telah memeluk hak mereka melalui 23 lembaga yang tersebar di 18 kecamatan.
Dampak yang dihadirkan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah kemandirian yang nyata. Dari 284 anak yang menjadi sasaran pendampingan, jumlah mereka yang mampu mandiri melonjak dari 58 orang menjadi 190 orang. Keberhasilan ini menepis ketergantungan dan mengembalikan martabat kemanusiaan mereka di tengah masyarakat.
Bupati Asri Ludin Tambunan, yang akrab disapa Aci, menegaskan bahwa inovasi ini tidak berhenti pada urusan pendidikan semata, melainkan berkelindan dengan roda kesejahteraan. "Manfaat program ini kami rasakan bertingkat. Anak menjadi lebih mandiri, orang tua lebih terampil mendampingi, layanan kesehatan dan terapi diberikan secara gratis, bahkan orang tua maupun anak yang kini mampu bekerja turut berkontribusi menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Karena itu, program ini terhubung langsung dengan indikator makro pembangunan yang kami paparkan," ungkapnya.
Napas keberlanjutan program ini kian diperkuat oleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, program Demi Pemula Sepeda Bagus sedang dalam proses memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta difasilitasi melalui business matching dengan dunia usaha guna memperluas replikasi.
"Program ini pun terbukti berkelanjutan dan telah direplikasi di luar daerah, antara lain oleh Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Perkasa di Palembang, oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjung Balai, dan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Inilah wujud pembangunan yang inklusif, yang tidak meninggalkan satu pun anak Deli Serdang," tambah Aci dengan nada optimis.
Di tengah ruang dialog, Tim Penilai Nasional turut membedah indikator ekonomi makro termasuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pihak pemerintah daerah menjelaskan bahwa tingginya mobilitas penduduk serta aktivitas UMKM yang belum tercatat sebagai sektor formal menjadi tantangan tersendiri. Namun, angka TPT berhasil ditekan dari 9,13 pada tahun 2021 menjadi 7,69 pada tahun 2025 melalui ekspansi pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi.
Indikator kesejahteraan lain menunjukkan grafik yang menggembirakan. Angka kemiskinan di Deli Serdang menurun dari 4,01 persen pada tahun 2021 menjadi 3,11 persen pada tahun 2025, sebuah angka yang berada jauh di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 7,24 persen maupun nasional sebesar 8,25 persen. Keadilan ekonomi juga tercermin dari Gini Ratio yang stabil di angka 0,271.
Manusia Deli Serdang juga tumbuh lebih tangguh secara kualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini menyentuh angka 78,29, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 75,90. Pertumbuhan ekonomi pun bergerak positif di angka 4,55 persen dengan kontribusi PDRB tertinggi kedua di Sumatera Utara sebesar 13,10 persen, mengukuhkan perannya sebagai pilar ekonomi provinsi.
"Tentu kami berharap memperoleh hasil terbaik. Namun yang lebih penting, proses penilaian ini menjadi bahan evaluasi agar pembangunan di Deli Serdang terus meningkat dari waktu ke waktu. Kami akan memberikan yang terbaik yang kami miliki selama proses penilaian berlangsung," pungkas Bupati menutup penjelasannya.
Melihat capaian tersebut, Anggota Tim Penilai Nasional, Taufik Hanafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kejujuran dan hasil nyata yang disajikan oleh Deli Serdang. Menurutnya, program ini memiliki esensi yang sangat kuat untuk melangkah ke panggung yang lebih luas.
Menurut Taufik Hanafi, "Kami sangat senang berkunjung ke daerah yang angka kemiskinannya tergolong rendah. Program-program unggulan Deli Serdang juga berpotensi didaftarkan pada SDGs Awards Bappenas." Ia juga memuji keterlibatan TP PKK dalam edukasi sosial.
"Pelaksanaan tahap wawancara hari ini melampaui ekspektasi kami. Terima kasih atas keterbukaan dan kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam menyampaikan berbagai informasi yang kami perlukan untuk proses verifikasi," ucap Hanafi mengakhiri kesannya.