Warta Kabayan Warta Kabayan
/home / hukum / Jakarta Siapkan Lima Kawasan Rendah...
HUKUM

Jakarta Siapkan Lima Kawasan Rendah Emisi, Blok M Jadi Lokasi Pertama

Suasana integrasi transportasi publik di kawasan Blok M yang menjadi lokasi uji coba pertama LEZ.

Suasana integrasi transportasi publik di kawasan Blok M yang menjadi lokasi uji coba pertama LEZ.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah bersiap menguji coba kebijakan lingkungan baru guna menekan angka pencemaran udara yang kerap menyelimuti ibu kota. Sebanyak lima wilayah di Jakarta telah ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project bagi penerapan Kawasan Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ). Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi tingkat polusi, tetapi juga dapat mendongkrak kualitas kesehatan warga secara signifikan.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, kawasan Blok M di Jakarta Selatan dipilih sebagai lokasi pertama yang akan menjajal program ini sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain. "Blok M menjadi kawasan pertama yang disiapkan sebagai percontohan," kata Yuke dalam rapat kerja Komisi D pada Rabu (15/07). Menurut pantauan redaksi, pemilihan Blok M didasari atas statusnya sebagai salah satu pusat mobilitas publik tersibuk di Jakarta Selatan.

Selain kawasan Blok M, pihak legislatif juga membeberkan empat kawasan prioritas lain yang masuk dalam daftar proyek percontohan ini. Kawasan-kawasan tersebut meliputi Kota Tua, wilayah perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat, koridor Medan Merdeka hingga Dukuh Atas, serta kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan di Jakarta Pusat. "Ada lima kawasan yang disiapkan sebagai pilot project, termasuk Kota Tua, Medan Merdeka-Dukuh Atas, kawasan perbatasan Jakarta Utara-Jakarta Barat, dan GBK," tambah Yuke.

Menurut penjelasan Yuke, dasar hukum serta peta jalan pelaksanaan program ini merujuk pada laporan bertajuk "Kawasan rendah emisi Terpadu Jakarta: Dari Ambisi Menuju Aksi". Laporan tersebut disusun secara kolaboratif oleh Pemprov DKI Jakarta bersama lembaga Breathe Cities, yang kemudian diluncurkan dalam Sidang Pleno Kelompok Kerja Mitigasi Adaptasi Bencana Iklim (Pokja MABI). "Laporan itu menjadi dasar pelaksanaan program Kawasan rendah emisi yang akan diterapkan secara bertahap," ujarnya.

Dari pengamatan tim redaksi, penerapan LEZ kali ini dirancang agar lebih komprehensif dibanding kebijakan serupa sebelumnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menekankan bahwa peta jalan ini didasarkan pada kajian mendalam. "Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan pendekatan berbasis data agar kebijakan yang diambil lebih efektif," ungkap Dudi. Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyasar sektor transportasi semata, melainkan juga tata kelola limbah dan efisiensi energi.

Menurut Dudi, konsep Kawasan Rendah Emisi ini akan mencakup aspek yang lebih luas seperti pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, efisiensi bangunan, pemanfaatan energi, sektor industri, hingga penataan tata guna lahan. "Program ini tidak hanya mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga menyentuh berbagai sektor yang berkontribusi terhadap kualitas udara," tuturnya.

Pemilihan Blok M sebagai gerbang awal proyek ini juga dinilai sangat strategis secara infrastruktur. Menurut Dudi, kawasan tersebut memiliki fungsi wilayah campuran dan didukung oleh konektivitas transportasi umum yang sangat baik. "Blok M merupakan kawasan dengan fungsi campuran dan didukung transportasi publik yang terintegrasi sehingga dinilai ideal sebagai lokasi uji coba," jelas Dudi menambahkan.

Implementasi program ambisius ini dipastikan tidak akan berjalan tergesa-gesa. Berdasarkan penuturan dari Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris, seluruh tahapan penerapan Kawasan Rendah Emisi di kelima titik percontohan tersebut akan direalisasikan secara adaptif dan bertahap, dengan target waktu yang membentang dari tahun 2026 hingga 2029 mendatang.

// TOPICS
#dki_jakarta #kawasan_rendah_emisi #blok_m #polusi_udara #dprd_dki #lingkungan_hidup
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Warta Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.