Warta Kabayan Warta Kabayan
/home / hukum / ASN Tewas Lompat dari Apartemen Usai...
HUKUM

ASN Tewas Lompat dari Apartemen Usai Diperas Sindikat Kencan Daring

Gedung apartemen tempat kejadian perkara seorang ASN tewas melompat setelah diperas di Medan.

Gedung apartemen tempat kejadian perkara seorang ASN tewas melompat setelah diperas di Medan.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias, Apriaman Lase (27), ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 12 sebuah apartemen di Kota Medan, Sumatera Utara. Peristiwa tragis ini terjadi setelah korban diduga menjadi korban pemerasan oleh sindikat kencan daring yang dipesan melalui aplikasi ponsel.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden bermula saat korban memesan jasa kencan melalui aplikasi MiChat pada 10 Juli 2026 dini hari. Korban kemudian meminta pelaku berinisial FR (31) untuk datang ke kamar apartemen tempatnya menginap. Namun, dari pantauan redaksi, situasi mulai memburuk ketika pelaku FR datang bersama rekannya, JS (29), dan wajah pelaku dinilai tidak sesuai dengan foto di aplikasi.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky, korban akhirnya hanya memilih berhubungan badan dengan JS. Masalah besar muncul setelahnya ketika kedua pelaku mendesak korban untuk membayar uang tambahan yang nilainya mencapai jutaan rupiah.

Para pelaku memaksa korban untuk membayar uang tambahan sebesar Rp 4,5 juta. Korban langsung menolak tuntutan tersebut karena menganggap jumlahnya terlalu besar. Penolakan ini memicu perselisihan sengit di dalam kamar apartemen, di mana kedua pelaku terus melakukan intimidasi.

Tidak hanya menuntut uang secara lisan, para pelaku juga memaksa korban untuk memperlihatkan isi saldo tabungan melalui aplikasi perbankan di ponselnya. "Jadi dia memaksa korban untuk menunjukkan saldonya di handphone-nya si korban sambil mendekati korban. Kamar itu ada balkon, balkonnya itu sekitar 1 meter lah jaraknya dari pintu kamar," ujar AKBP Adrian Risky saat memberikan penjelasan kepada media.

Dari pengamatan tim redaksi, tekanan psikologis yang bertubi-tubi dan desakan dari kedua pelaku diduga membuat korban panik. Di tengah kepungan intimidasi tersebut, korban nekat menuju balkon dan melompat dari lantai 12 hingga mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa seketika di lokasi kejadian. Polisi kini tengah mendalami modus operandi pemerasan yang kerap menyasar pengguna aplikasi kencan tersebut.

// TOPICS
#pemerasan #kriminalitas #medan #aplikasi_kencan #asn_tewas #polrestabes_medan
Jurnalis Daerah & Budaya - Spesialis Isu Lokal dan Kearifan Tradisional

Rudi Yanataro adalah jurnalis yang mendalami isu-isu daerah dan kebudayaan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai antropolog budaya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, adat istiadat, dan dinamika sosial di berbagai wilayah Nusantara. Liputannya yang dekat dengan masyarakat akar rumput menjadikannya jembatan antara peristiwa daerah dan audiens nasional. Ia juga aktif meliput pariwisata, seni tradisional, dan isu lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.