Masalah antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatra Utara yang terjadi belakangan ini diperkirakan akan segera berakhir. Pihak Pertamina menargetkan proses penyaluran serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut dapat kembali berjalan normal mulai Sabtu pekan ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, kelangkaan pasokan ini sempat memicu kepanikan warga yang kesulitan mendapatkan BBM di beberapa titik. Untuk mengatasi kemacetan distribusi, Pertamina mengambil langkah taktis dengan mengerahkan sedikitnya 161 armada tambahan guna mempercepat pengiriman ke setiap SPBU yang terdampak.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Sunardi, menjelaskan bahwa proses pemulihan terus digenjot agar masyarakat dapat kembali mengakses BBM dengan mudah. "Kami estimasi Jumat malam pukul 00.00 semua sudah tersedia seperti biasa," ungkap Sunardi pada Rabu (15/07).
Menurut Sunardi, hambatan utama yang memicu antrean mengular di berbagai SPBU murni berasal dari kendala teknis dalam proses pengantaran, termasuk urusan operasional awak mobil tangki. "Sopir ada kondisi memang (kendala), tapi ada penggantian sopir dari wilayah lain dan sudah dibackup. Selain itu, TNI-Polri dan Polda juga membantu backup untuk membantu personel dan berkolaborasi mengatasi masalah ini," pungkasnya.
Dari pengamatan tim redaksi, langkah cepat ini diambil setelah adanya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Sunardi bersama Anggota DPR RI, Ade Jona, di sejumlah SPBU di Kota Medan. Kehadiran aparat keamanan dinilai krusial dalam mengawal truk tangki agar proses bongkar muat di setiap stasiun pengisian berjalan tanpa hambatan berarti.