Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial SJ di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah bak penampungan air. Insiden tragis ini terjadi di sela-sela kegiatan penjelajahan yang diikuti korban bersama rekan-rekannya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, peristiwa maut tersebut berlangsung di bak penampungan air desa yang berlokasi di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Garut, pada Kamis (16/07). Korban yang duduk di bangku kelas 9 itu awalnya berniat untuk membantu mendampingi para siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menurut Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi, kejadian bermula saat korban bersama rekan-rekannya yang lain dari kelas 8 dan 9 salah satu MTs di Kecamatan Cigedug melakukan pendampingan penjelajahan. "Kejadiannya terjadi setelah acara penjelajahan berlangsung. Saat itu, setelah selesai kegiatan tadabur alam, para pelajar berenang," ungkap Adi pada Jumat (17/07).
Dari pantauan redaksi, setelah kegiatan penjelajahan selesai, sejumlah pelajar laki-laki yang bukan peserta MPLS mulai berenang di bak penampungan air dengan kedalaman lebih dari 2 meter tersebut. Aksi ini kemudian diikuti oleh SJ dan tujuh siswi lainnya yang awalnya hanya bermain air di tepian.
Namun, situasi berubah mencekam ketika SJ dan beberapa temannya terseret ke bagian yang lebih dalam dan mulai tenggelam. "7 pelajar lainnya dapat diselamatkan, sedangkan korban tenggelam dan dinyatakan meninggal dunia," kata Adi menerangkan kronologi penyelamatan.
Menurut pengamatan tim redaksi, personel Polsek Cisurupan yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Tim dari Unit Inafis Sat Reskrim Polres Garut yang dipimpin Kapolsek AKP Julius Siswantoro juga segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Adi menjelaskan bahwa setelah proses pemeriksaan medis selesai, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. "Jasad korban sudah dimakamkan," ucap Adi memungkasi keterangannya terkait musibah tersebut.