Di tengah perputaran waktu yang membawa manusia pada kesadaran akan eksistensinya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan menyelenggarakan Gebyar Muharam 1448 Hijriah. Berdasarkan laporan resmi, perhelatan keagamaan yang sarat akan makna spiritual ini dilangsungkan dengan khidmat di Aula Masjid Darul Jannah, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penuturan Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, kegiatan ini sejatinya menjadi sebuah momentum yang krusial untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial yang konkret, serta memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika masyarakat modern. Peringatan Tahun Baru Islam, baginya, tidak boleh terjebak dalam kedangkalan agenda seremonial belaka. Sebaliknya, ia harus dipahami sebagai refleksi dari makna hijrah—sebuah manifesto spiritual untuk melakukan perubahan kolektif ke arah yang lebih baik.
Dalam orasinya pada hari Senin, Syafrin Liputo menegaskan esensi dari perayaan ini secara mendalam. "Gebyar Muharam tidak hanya menjadi sarana menyemarakkan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkokoh semangat kebersamaan di tengah masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Syafrin Liputo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TP PKK yang telah menginisiasi dan mengerahkan daya upaya demi terselenggaranya kegiatan kemanusiaan ini. Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta dipandang sebagai sebuah dorongan moral dan motivasi yang kuat bagi segenap aparatur sipil Pemkot Jakarta Selatan untuk senantiasa menaikkan taraf pelayanan publik serta memperkukuh sinergi kolaboratif dalam pembangunan kota.
Berdasarkan penjelasan sang Wali Kota, semangat hijrah yang sejati mesti diwujudkan menjadi stimulus nyata bagi seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendongkrak kualitas pelayanan kepada publik, mempererat ikatan kemitraan antara birokrasi dan warga, serta melahirkan program-program taktis yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat banyak.
Dalam implementasinya, rangkaian Gebyar Muharam tahun ini dimanifestasikan melalui pelbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh akar rumput. Aktivitas tersebut membentang mulai dari pengajian rutin yang kontemplatif, pemberian santunan kepada 1.000 anak yatim dan kaum duafa, penyediaan layanan sosial berupa penghapusan tato secara cuma-cuma, hingga penyelenggaraan bazar guna menyokong eksistensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Strategi pelaksanaan ini menuntut keterlibatan kolektif yang inklusif agar mencapai hasil optimal. "Untuk menyukseskan acara ini, kami melibatkan semua pihak, baik dalam pengajian rutin, santunan kepada 1.000 anak yatim dan duafa, layanan hapus tato, hingga bazar UMKM. Jadi, pemerintah dan masyarakat berperan aktif bersama," ungkap Syafrin Liputo menjelaskan sinergi yang terbangun.
Melalui perhelatan ini, Syafrin Liputo menaruh harapan besar agar semangat berbagi terhadap sesama manusia dapat tumbuh lebih subur, terutama yang didedikasikan bagi anak-anak yatim, kaum duafa, serta kelompok masyarakat yang terpinggirkan oleh nasib. "Semoga nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan kebersamaan terus menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Jakarta," ucapnya lirih penuh harap.
Sementara itu, senada dengan semangat tersebut, Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono turut menegaskan bahwa peringatan pergantian tahun dalam kalender Islam ini merupakan waktu yang tepat untuk mempertebal keimanan, merajut kembali kebersamaan yang longgar, serta mengasah kepekaan terhadap penderitaan sesama. Nilai filosofis Muharam harus senantiasa menjadi pengingat abadi bagi manusia untuk terus menebar kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.
Pada akhir kesempatannya, Hani Pramono memberikan pesan substantif yang ditujukan langsung kepada institusi yang dipimpinnya beserta masyarakat luas. "Kepada seluruh kader PKK, mari terus meneladani dan menerapkan nilai-nilai Islam di lingkungan masing-masing. Semoga Allah memberikan perlindungan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap langkah kita," tandasnya memungkasi perjumpaan.