Di tengah kesunyian waktu yang terus bergulir, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas yang menjemukan tanpa sempat merenungi makna eksistensinya. Waktu, dalam perputarannya yang tak kenal ampun, kembali membawa kita pada batas tahun yang baru. Berdasarkan perspektif ini, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sebuah titik tolak esensial guna memperbaiki diri, memperkokoh jalinan persatuan, serta mengasah kembali kepedulian sosial yang kian mengikis.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Seruan moral yang penuh perenungan ini disampaikan oleh Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Zainal Abidin Hutagalung MAP. Menurut laporan resmi, pesan tersebut dibacakan di hadapan jamaah yang memadati Masjid Al Istiqomah, Jalan Vetpur Utama, Dusun XI, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat ini menjadi simbol bahwa pembangunan jiwa tidak boleh diabaikan demi megahnya pembangunan fisik semata.
Dalam keheningan rumah ibadah tersebut, teks pidato Bupati menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah bukanlah sebatas seremonial pergantian angka pada kalender yang usang. Ia adalah sebuah undangan terbuka untuk melakukan muhasabah, sebuah pemberhentian sejenak untuk menakar kadar keimanan, memperbaiki retaknya akhlak, serta menghidupkan kembali empati terhadap sesama yang kerap terabaikan dalam egoisme keseharian.
Berdasarkan pidato tertulis itu, esensi luhur dari peristiwa hijrah yang diwariskan oleh Rasulullah SAW adalah manifestasi dari keberanian eksistensial manusia untuk bergerak menuju kondisi yang lebih otentik dan bermartabat. "Hikmah hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW mengajarkan keberanian untuk berubah menuju keadaan yang lebih baik. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih bermanfaat, dari perpecahan menuju persatuan, dari sikap acuh menjadi peduli, serta dari sifat individual menuju semangat gotong royong," demikian petikan amanat narasumber yang dibacakan dengan khidmat.
Lebih lanjut, spirit perubahan ini dinilai harus melandasi arah gerak pembangunan, baik di lingkup Desa Medan Estate maupun dalam skala Kabupaten Deli Serdang secara menyeluruh. Bagi pemerintah daerah, kejayaan suatu peradaban tidak semata-mata diukur dari kokohnya beton-beton infrastruktur, melainkan dari kedalaman spiritualitas warga, kokohnya ikatan persaudaraan antarmanusia, serta kepekaan sosial yang hidup dalam nadi masyarakatnya. Nilai-nilai religius inilah yang kemudian diletakkan sebagai fondasi utama demi mewujudkan visi daerah yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak lelah merawat toleransi, menyalakan lentera silaturahmi, serta memakmurkan ruang-ruang ibadah. Bupati juga menitipkan pesan mendalam agar generasi muda senantiasa dibimbing dengan nilai-nilai keislaman yang sejuk di tengah gempuran zaman yang kian pragmatis. "Marilah kita jadikan Tahun Baru Hijriah ini sebagai awal untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian, serta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis," tuturnya memungkasi sambutan.
Pada kesempatan yang sama, apresiasi tinggi juga mengalir dari struktur pemerintahan di tingkat kecamatan. Menurut Kepala Sesi Pemerintahan Kecamatan Percut Sei Tuan, Muhammad Yogie Adlin, kegiatan keagamaan yang digagas oleh Pemerintah Desa Medan Estate ini bukan sekadar syiar ritual semata. Lebih dari itu, agenda ini merupakan ruang perjumpaan yang efektif untuk merekatkan kembali kerukunan sosial dan memperkuat benteng persatuan di tingkat akar rumput, sebuah ikhtiar bersama dalam menghadapi absurditas dunia dengan kebersamaan yang nyata.