Arus lalu lintas di Jalan Aroepala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya mulai mengurai setelah jalur kanan yang melalui proses betonisasi resmi dibuka untuk umum pada Rabu (08/07). Selama dua bulan terakhir, para pelintas di kawasan antara jembatan satu dan dua tersebut harus akrab dengan kemacetan panjang dan paparan debu akibat proyek perbaikan jalan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lapangan, pembukaan lajur kanan dari arah Jalan Hertasning ini dilakukan sekitar pukul 09.00 WITA. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 900 meter yang kini dilapisi beton mulus tersebut langsung disambut antusias oleh para pengendara yang selama ini mengeluhkan kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Sebelum dibukanya lajur baru ini, volume kendaraan yang tinggi terpaksa menumpuk di lajur kiri yang kondisinya berlubang dan bergelombang. Menurut pengamatan tim redaksi, penyempitan jalur tersebut kerap memicu antrean kendaraan yang mengular, terutama pada jam sibuk di pagi dan sore hari.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan langsung pembukaan jalur beton baru ini. Dalam rekaman video yang diunggah di akun media sosial resminya, ia secara simbolis melepas pita plastik merah putih yang melintang di bahu jalan sebagai tanda jalur tersebut sudah dapat dilalui oleh masyarakat.
"Hari ini tepat sudah hari ke-28. Umur beton sudah bisa dibuka untuk open traffic. Bismillahi rahmani rahim," ujar Andi Sudirman Sulaiman sesaat sebelum membuka akses jalan dan mempersilakan para pengendara untuk melintas.
Tak lama setelah peresmian, sebuah mobil Toyota Raize berwarna putih menjadi kendaraan pertama yang menjajal aspal beton baru tersebut. Kendati demikian, untuk jalur dari arah Kabupaten Gowa, lajur kanan yang juga telah dibeton masih ditutup bagi kendaraan karena masih dalam proses pengeringan optimal.
Menurut Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Rosyadi, spesifikasi teknis jalan ini telah memenuhi standar kelayakan. Proyek ini menggunakan lapisan dasar Lean Concrete (LC) setebal 10 sentimeter, diikuti dengan lapisan rigid beton di atasnya dengan ketebalan mencapai 30 sentimeter.
Rosyadi menambahkan bahwa lean concrete berfungsi memberikan kerapatan yang mumpuni untuk mendukung struktur di atasnya, sementara rigid beton bertindak sebagai pelat semen utama pada permukaan jalan. Dengan dibukanya jalur beton mulus ini, arus lalu lintas dari arah Jalan Hertasning kini terpantau ramai lancar.