Warta Kabayan Warta Kabayan
/home / hukum / Krisis Ruang Kelas di Kobar: Siswa...
HUKUM

Krisis Ruang Kelas di Kobar: Siswa SD Belajar Lesehan

Siswa SDN 1 Batu Belaman di Kotawaringin Barat terpaksa belajar lesehan di lantai kelas darurat

Siswa SDN 1 Batu Belaman di Kotawaringin Barat terpaksa belajar lesehan di lantai kelas darurat

Potret buram dunia pendidikan kembali terjadi di wilayah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Akibat keterbatasan fasilitas, puluhan siswa di SDN 1 Batu Belaman, Kecamatan Kumai, terpaksa harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan cara duduk lesehan di lantai.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, pemandangan memprihatinkan ini sudah berlangsung sejak awal tahun ajaran baru 2026. Lonjakan jumlah peserta didik baru membuat ruang belajar yang tersedia tidak lagi mampu menampung seluruh siswa, sehingga sebagian kelas dialihkan ke bangunan sederhana.

Dari pantauan redaksi, bangunan darurat yang digunakan merupakan hasil swadaya dari masyarakat setempat melalui dukungan komite sekolah. Kendati demikian, fasilitas di dalamnya masih sangat minim dan belum dilengkapi dengan meja, kursi, maupun sarana penunjang belajar yang layak.

Guru SDN 1 Batu Belaman, Hj Syarifah, mengungkapkan bahwa pihak sekolah saat ini hanya memiliki delapan ruang kelas. Padahal, kebutuhan ideal untuk menampung seluruh siswa agar proses belajar berjalan normal adalah 12 ruang kelas.

"Jumlah murid saat ini mencapai 343 orang. Sebelum kegiatan belajar di ruangan swadaya dimulai, kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada orang tua siswa. Mereka memahami, tetapi tentu kami kasihan melihat anak-anak jika terus belajar dengan fasilitas yang serba terbatas," ujar Syarifah saat ditemui pada Kamis (16/7/2026).

Menurut penjelasan Syarifah, SDN 1 Batu Belaman merupakan satu-satunya sekolah dasar yang berdiri di Desa Batu Belaman. Kondisi geografi dan minimnya pilihan sekolah ini memaksa pihak lembaga untuk menampung seluruh anak usia sekolah dasar di desa tersebut.

"Di sisi lain, pertumbuhan penduduk terus meningkat seiring berkembangnya kawasan perumahan baru. Dampaknya, jumlah peserta didik setiap tahun terus bertambah, sementara penambahan ruang kelas belum pernah terealisasi," tambah Syarifah.

Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam. Menurut Syarifah, mereka telah berulang kali mengusulkan pembangunan ruang kelas baru melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak periode 2023 hingga 2024. Bahkan, Dinas Pendidikan setempat tercatat sudah beberapa kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

"Meski demikian, hingga kini belum ada pembangunan ruang kelas baru yang dapat menjawab kebutuhan sekolah. Akibatnya, proses belajar mengajar masih harus berlangsung dengan segala keterbatasan," tuturnya.

Selain krisis ruang kelas, amatan redaksi menunjukkan sekolah ini juga didera kekurangan tenaga pendidik. Hingga pertengahan 2026, sekolah belum memiliki guru Pendidikan Agama Islam berstatus definitif dan terpaksa mengandalkan guru honorer yang digaji secara mandiri oleh pihak sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Belaman, Mahmudin, membenarkan terjadinya lonjakan populasi di wilayahnya. Secara administrasi tercatat ada lebih dari 2.500 jiwa, namun angka riil di lapangan diperkirakan jauh lebih besar karena banyaknya warga pendatang yang menempati kompleks perumahan baru.

"Dengan hanya satu sekolah dasar di desa, pembangunan ruang kelas baru harus segera direalisasikan," tegas Mahmudin. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak demi kenyamanan belajar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.

// TOPICS
#kotawaringin_barat #kalimantan_tengah #fasilitas_sekolah #pendidikan_dasar #siswa_lesehan #krisis_pendidikan
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Warta Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.