Di tengah keriuhan dunia modern yang kerap kali mengasingkan manusia dari nilai-nilai luhur, sebuah upaya untuk menemukan kembali hakikat jati diri bangsa dihadirkan melalui layar perak. Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kota Medan, pihak pemerintah memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap peluncuran dan sosialisasi film Pramuka terbaru, sebuah karya kolaboratif antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan PT Alamanda Production. Kehadiran sinema ini dipandang bukan sekadar sebagai hiburan visual yang melintas sekilas, melainkan sebuah media pembelajaran audiovisual yang adaptif terhadap perubahan zaman.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Rakhmat Adi Syahputra Harahap, dalam acara nonton bareng di Bioskop Cinepolis, Sun Plaza, Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmen penuh untuk terus mendukung penguatan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka. "Pemko Medan menilai kehadiran film ini bukan sekadar hiburan visual biasa, melainkan sebuah media pembelajaran audiovisual yang adaptif dengan perkembangan zaman," jelas Rakhmat saat membacakan sambutan tertulis di hadapan ratusan pasang mata yang hadir.
Berdasarkan penjelasan dari Rakhmat, film Pramuka ini dengan jeli mengemas tiga pilar eksistensial yang krusial bagi masa depan generasi muda. Pilar pertama adalah Nilai Karakter, yang berupaya menanamkan kejujuran, disiplin, gotong royong, serta rasa tanggung jawab sejak dini guna membangun kepribadian yang berintegritas berlandaskan Pancasila. Di tengah absurditanya tantangan zaman, pilar kedua hadir melalui Nilai Kreativitas yang membuka ruang lebar bagi lahirnya sineas muda dari kalangan Pramuka demi mendukung geliat ekonomi kreatif di Kota Medan.
Lebih lanjut, Rakhmat menguraikan pilar ketiga yang tidak kalah esensial dalam menjaga keutuhan berbangsa. "Selain itu Nilai Kebangsaan dengan menegaskan peran Pramuka sebagai wadah pemersatu yang merangkul keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," ujar Rakhmat, menggambarkan betapa sinema dapat menjadi perekat sosial di tengah perbedaan yang kerap mengancam kedamaian manusia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Nasution, yang juga bertindak mewakili Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Medan, menyuarakan kesadaran mendalam mengenai pergeseran pola belajar generasi masa kini. Menurut beliau, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan mengimbau para Kepala Sekolah, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan, untuk memanfaatkan karya sinematik ini sebagai bahan ajar alternatif melalui kegiatan luar kelas atau outing class.
Menutup pandangannya yang visioner terhadap metode pendidikan modern, Ahmad Barli Mulia Nasution menekankan pentingnya pendekatan visual dalam menyentuh jiwa anak-anak zaman sekarang. "Anak-anak saat ini sangat cepat menyerap apa yang mereka tonton secara visual. Melalui film Pramuka ini, kita ingin mereka menonton sekaligus mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan, jiwa korsa, kerja sama, dan rasa cinta tanah air ke dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya dengan penuh harap.