Di bawah langit pagi yang menyaksikan rutinitas birokrasi, sebuah kebenaran tentang tanggung jawab kembali digaungkan. Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menegaskan dengan penuh kelugasan mengenai pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Baginya, kepatuhan mutlak tersebut tidaklah mengawang-awang, melainkan termanifestasi nyata melalui kepatuhan terhadap penggunaan atribut dan seragam dinas yang telah ditentukan oleh negara. Arahan yang sarat akan nilai eksistensial ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Malang, Senin (6/7/2026).
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pandangan Sekda Erik, kedisiplinan bukanlah slogan kosong yang sekadar diucapkan dalam ruang-ruang rapat. Ia senantiasa diwujudkan bukan hanya melalui pelaksanaan tugas-tugas administratif yang menjemukan, tetapi justru dimulai dari hal-hal paling mendasar dan intim dengan keseharian, termasuk kerapian serta kelengkapan atribut yang melekat pada tubuh setiap abdi negara.
"Kedisiplinan itu dimulai dari apa yang kita kenakan. Mari lakukan introspeksi dan evaluasi terhadap diri kita masing-masing, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki," tegas Erik di hadapan para peserta apel yang berdiri takzim.
Menyikapi hal tersebut, Erik dengan tegas menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah agar segera bergerak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelengkapan atribut ASN di masing-masing unit kerja. Menurutnya, kesadaran ini juga harus tumbuh dari dalam diri, di mana setiap ASN dituntut melakukan pemeriksaan secara mandiri dan tanpa menunda-nunda segera melengkapi atribut yang belum sesuai dengan ketetapan hukum.
"Nanti seluruh perangkat daerah agar mengevaluasi kembali. Lihat diri masing-masing, atribut apa yang masih kurang atau belum dikenakan, segera dilengkapi. Itu merupakan bagian dari identitas sekaligus kewajiban Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Malang," tuturnya, mengingatkan kembali akan hakikat sebuah seragam sebagai simbol pengabdian.
Sebelum mengakhiri amanatnya di awal pekan yang sunyi namun menuntut pembuktian itu, Sekda Erik mengajak seluruh ASN untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen yang kukuh. Baginya, peningkatan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat haruslah diawali dengan ketulusan doa serta semangat bekerja yang memikul penuh rasa tanggung jawab moral kepada publik.