Tim nasional Amerika Serikat dilingkupi kebingungan setelah FIFA menjatuhkan sanksi skorsing mendadak terhadap dua anggota staf mereka. Sanksi ini berlaku saat Amerika Serikat menelan kekalahan telak 1-4 dari Belgia dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Lumen Field, Seattle.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan dokumen resmi "Disciplinary Preview for Matches" yang dirilis FIFA, manajer tim Sam Zapatka dan wakil presiden bidang keamanan Frank Pannell berstatus "diskors" sehingga dilarang menghadiri pertandingan tersebut. Dari pantauan redaksi, FIFA tidak memberikan rilis atau penjelasan resmi mengenai alasan di balik hukuman ini, begitu pula dengan federasi sepak bola Amerika Serikat (USSF).
Menurut laporan dari Associated Press, USSF menegaskan bahwa sanksi yang diterima kedua staf tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kontroversi kartu merah Folarin Balogun. Seperti diketahui, Balogun sempat memicu perdebatan sengit setelah hukuman kartu merahnya ditangguhkan selama satu tahun oleh Komite Disiplin FIFA menyusul adanya intervensi dari Presiden Donald Trump.
Meskipun pihak federasi memilih bungkam, sejumlah detail mulai terungkap ke publik. Berdasarkan laporan ESPN yang mengutip sumber internal, sanksi terhadap Zapatka dan Pannell dipicu oleh masalah "salah penanganan protokol pertandingan FIFA serta keberadaan personel di area terlarang yang tidak sesuai dengan izin".
Dari pengamatan tim redaksi, spekulasi yang berkembang di media Front Office Sports menyebutkan insiden ini kemungkinan besar tetap berkaitan dengan momen pasca-pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina di Santa Clara. Pada saat itu, Balogun yang telah dikartu merah pada babak kedua, terlihat kembali ke dalam lapangan untuk merayakan kemenangan bersama tim.
Tindakan tersebut dinilai melanggar aturan ketat FIFA mengenai pembatasan akses bagi pemain yang telah diusir keluar lapangan. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas manajemen tim dan keamanan operasional, Zapatka dan Pannell diduga kuat dianggap lalai dalam menegakkan protokol sterilisasi area pertandingan tersebut.