Pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Maroko di Boston akan mengukir sejarah baru dalam turnamen sepak bola terakbar ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, seluruh lima perangkat pertandingan yang ditunjuk oleh FIFA berasal dari satu negara yang sama, yaitu Argentina.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Laga ini menjadi ulangan pertandingan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, saat Prancis keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 sebelum akhirnya tumbang dari Argentina di partai final. Kali ini, jalannya pertandingan krusial tersebut akan dipimpin oleh wasit utama Facundo Tello bersama dengan tim senegaranya.
Menurut laporan yang dihimpun, keputusan FIFA ini sempat memicu tanda tanya di kalangan penggemar di media sosial. Meski penunjukan lima perangkat pertandingan dari satu negara merupakan hal baru, penunjukan trio wasit dan asisten dari negara yang sama sebenarnya sudah menjadi hal lumrah sepanjang turnamen ini untuk menjaga kekompakan di lapangan.
Sebelum melangkah ke perempat final, Prancis berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor 1-0 dalam laga babak 16 besar yang berlangsung keras. Sementara itu, dari pantauan redaksi, Maroko sukses melaju setelah menundukkan Belanda melalui drama adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Di sisi lain, sorotan terhadap kepemimpinan wasit di Piala Dunia 2026 juga datang dari laga lain. Penyerang Mesir, Mostafa Ziko, melayangkan kritik tajam terhadap wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang memimpin laga saat timnya kalah 2-3 dari Argentina. "Wasit tidak bagus. Dia tidak adil. Ketidakadilannya sangat jelas. Dia menyudutkan kami sejak awal pertandingan. Dia tidak ingin kami menang," ujar Mostafa Ziko kepada para wartawan.
Masalah wasit kian diperbincangkan setelah munculnya kontroversi yang melibatkan wasit asal Brasil, Raphael Claus, dalam laga Amerika Serikat terdahulu. Keputusan Raphael Claus yang memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun sempat dikritik keras oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut sang wasit "sangat mencurigakan" dan bahkan dilaporkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang hukuman tersebut.