Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan akan kembali dilaksanakan pada Selasa (14/07). Keputusan ini diambil setelah jajaran pemerintah daerah bersama aparat kepolisian memastikan situasi dan kondisi di sekolah tersebut telah sepenuhnya aman pasca-insiden ancaman teror.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan aparat kepolisian begitu menerima laporan adanya teror bom yang menyasar sekolah tersebut di tengah pelaksanaan hari pertama sekolah. Langkah taktis segera diambil demi menjamin keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.
Dari pantauan redaksi, kepolisian bahkan sempat menerjunkan Tim Gegana dan Densus 88 ke lokasi kejadian untuk melakukan proses sterilisasi serta pengetatan pengamanan di sekitar area SDN Srengseng Sawah 15. Kendati demikian, setelah dilakukan penyisiran secara menyeluruh, petugas tidak menemukan adanya benda mencurigakan atau material berbahaya di sekitar lokasi tersebut.
"Keselamatan menjadi prioritas utama bagi Pemerintah DKI Jakarta dan tidak ada indikasi (adanya bom), jadi sekolah ini tetap kami adakan," ujar Pramono Anung saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta pada Senin (13/07).
Menurut penjelasan pihak berwenang, kepolisian saat ini telah berhasil mengantongi identitas terduga pelaku yang menyebarkan pesan ancaman tersebut. Atas tindakan yang memicu keresahan luas di tengah masyarakat, Pramono mendesak agar pelaku segera ditangkap dan dijatuhi sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Jadi kami menduga ini ada orang yang melakukan teror dan kami meminta untuk mereka yang melakukan teror, menggunakan isu ini untuk didalami," kata Pramono menambahkan. Ia menilai sanksi hukum yang berat sangat penting untuk memberikan efek jera agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Pramono juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik namun tetap menjaga kewaspadaan di lingkungan sekolah. "Jadi jangan kemudian, karena ini hari pertama, ada yang nakut-nakutin terus kemudian kita semua takut. Tetapi, kita harus tetap waspada untuk itu," tuturnya.
Menurut pengamatan tim redaksi, keceriaan para siswa baru di hari pertama masuk sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 sempat berubah mencekam ketika seorang guru menerima pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang berisi ancaman pengeboman pada Senin pagi. Ancaman tersebut masuk tepat saat anak-anak sedang mengikuti jalannya kegiatan MPLS. Demi alasan keselamatan, pihak sekolah langsung mengambil kebijakan darurat dengan memulangkan seluruh siswa lebih awal saat Tim Gegana dan Densus 88 menyisir lokasi.